Aksi nyata Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 Aksi nyata  Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Peristiwa (facts)

Latar belakang kegiatan

            Sekolah merupakan institusi pendidikan idealnya mampu menuntun setiap peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya untuk menjadi bekal mencapai kebahagiaan dan keselamatan sebagai manusia maupun sebagai mahluk sosial. Untuk memenuhi fungsi tersebut sekolah idealnya memberikan pembelajaran yang memerdekakan anak. Salah satu kegiatan pembelajaran yang memerdekakan anak adalah setiap keputusan yang diambil disekolah harus benar-benar berdampak pada kemajuan pembelajaran.

            SMP Negeri 2 Bilah Hilir merupakan satuan pendidikan yang memiliki fungsi untuk mengembangkan minat dan bakat siswa di tingkat menengah agar kelak menjadi insan yang mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Untuk memenuhi fungsi tersebut deperlukan kegiatan pembelajaran yang memerdekakan murid baik dari segi pengambilan keputusan yang berdampak pada murid. Mengingat SMP Negeri 2 Bilah Hilir tergolong sekolah besar di wilayah pesisir Kabupaten Labuhanbatu yang memiliki tenaga pengajar berjumlah 28 orang diperlukan pemahaman yang sama akan pentingnya pengambilan keputusan yang berdampak pada kemajuan belajar siswa. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran agar memiliki pemahan yang sama dalam menerapkannya di sekolah sehingga diharapkan setiap keputusan yang diambil di sekolah benar-benar berdampak pada kemajuan belajar murid.

Pelaksanaan Kegiatan

            Sosialisasi yang dimaksud pada kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman yang sama tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Sebagai calon guru penggerak yang sudah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran mengimbaskan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah melalui komunitas praktisi sekolah. Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah dapat punya pemahaman yang sama dalam menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Sehingga setiap  keputusan yang diambil di sekolah         benar-benar berdampak pada kemajuan belajar murid.

Kegiatan di awali dengan pembukaan secara resmi oleh kepala sekolah dan dilanjutkan pemaparan materi kepada rekan sejawat, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan selanjutnya refleksi kegiatan dan umpan balik.

Perasaan (feeling)

Description: C:\Users\Acer\Downloads\WhatsApp Image 2022-03-08 at 12.14.27.jpeg            Perasaan setelah melakukan sosialisasi dengan seluruh teman sejawat di sekolah sangat senang dan bahagia karena mereka juga antusias dan berkomitmen dalam menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Semangat kerja sama yang baik yang dimiliki oleh seluruh rekan sejawat di sekolah menjadi modal utama menyamakan persepsi dalam pengambilan keputusan yang benar-benar berdampak bagi kemajuan belajar murid. Seluruh guru saling menguatkan dalam membangun dan mendorong merdeka belajar bagi seluruh murid  di sekolah.

 

 

 

 

 

Gbr 1 dan 2. Dokumentasi saat kegiatan sosialisasi di sekolah dengan teman sejawat.

Pembelajaran (finding)

Pembelajaran yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah bahwa setiap program atau kegiatan perlu di dorong di sekolah untuk mewujudkan merdeka belajar. Perlu berbagai upaya yang harus dilakukan sekolah dalam mewujudkannya mulai dari program sederhana hingga program yang lebih kompleks dengan memanfaatkan kekuatan atau asset yang dimiliki. Komitmen yang sama juga perlu dibangun agar kolaborasi dan sinergi lebih terarah untuk mewujudkan merdeka belajar tersebut. Karena sejatinya tugas guru penggerak adalah tergerak untuk melakukan perubahan pembelajaran yang lebih baik, bergerak untuk untuk mewujudkan perubahan tersebut serta menggerakkan komunitas sekolah dalam mewujudkan merdeka belajar. Dengan demikian visi terwujudnya siswa dengan profil pelajar pancasila akan tercapai.

Penerapan ke depan (future)

            Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah dapat menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Keputusan yang diambil terlebih dahulu di analisis sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Dengan demikian setiap keputusan yang diambil di sekolah benar-benar berdampak pada kemajuan belajar murid. Memenuhi nilai-nilai kebajikan yang universal, serta dapat dipertanggung jawabkan secara moral maupun secara hukum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran.